Dalam rangka menekan angka kecelakaan berlalu lintas di jalan raya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Perhubungan Babel menggandengan Pelajar di Babel untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
Guna merealisasikan itu, Dishub menggelar sosialisasi kepada 15 pelajar dari SMA/SMK yang ada di Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah selama tiga hari terhitung tanggal 13 hingga 15 Desember 2021.
Sosialisasi Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Tahun Anggaran 2021 tersebut, dibuka Kepala Dinas Perhubungan Babel, Asban Aris di Hotel Aksi 2 Pangkalpinang, Senin (13/12/2021).
Kepala Dinas Perhubungan Babel dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya sosialisasi ini, menjadikan peserta sebagai pelopor keselamatan dalam berlalu lintas.
"Melalui sosialisasi ini, yang paling penting kalian harus mematuhi peraturan berlalu lintas dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas," ungkap Asban.
Selain itu, dengan adanya sosialisasi ini diharapkan para pelajar memahami rambu-rambu lalu lintas yang ada di jalan raya dan mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.
"Rambu jalan yang ada jangan dilanggar, maka patuhilah peraturan lalu lintas dengan baik," pesan Asban.
Asban meminta agar peserta mengikuti acara ini dengan baik. “Kalian sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas harus dapat memberikan contoh kepada yang lain," tegas Asban.
Sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas, ditambahkannya, peserta dapat menjaga diri sendiri maupun orang lain dalam berkendaraan di jalan raya, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan.
"Tujuan yang utama adalah diri kita sendiri dulu, sikap dalam berlalu lintas agar dibudayakan dengan baik, lalu dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya," ujar Asban.
Dikutip dari data Korlantas Polri, lanjutnya, usia korban yang terlibat kecelakaan lalu lintas tertinggi pada rentang tahun 2016 hingga 2020 adalah usia 15 hingga 24 tahun atau usia produktif yakni kisaran 18 persen hingga 26 persen.
Pada 2016 ada 49.084 korban (18,97 persen), tahun 2017 ada 36.104 korban (21,64 persen), tahun 2018 ada 41.928 korban (24,19 persen), tahun 2019 ada 54.809 korban (22,41 persen dan tahun 2020 ada 38.124 korban (35,79 persen).
Jenis kendaraan yang sering terlibat kecelakaan lalu lintas selama tahun 2016 hingga 2020 adalah sepeda motor (74,54 persen).(rel/sentosa).