Pangkalpinang- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Asban Aris pimpin rapat pembahasan bongkar muat  antisipasi kesiapan fasilitas ekspor-impor Pelabuhan Belinyu yang diselenggarakan di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selasa (7/12/2021).

Tampak hadir Staf Khusus Gubernur Babel Bidang Pelabuhan Izuardi, Kepala Bidang Kepelabuhan Dishub Babel  Marhamzah, Perwakilan KSOP, Perwakilan Pelindo II Cabang Pangkalbalam, dan Perwakilan perusahaan bongkar muat (PBM) .

Dalam sambutan Kepala Dinas Perhubungan Babel, Asban Aris mengatakan dengan adanya pertemuan ini diharapkan adanya koordinasi antara semua pihak yang berkaitan dengan sistem bongkar muat yang akan dilakukan di Pelabuhan Belinyu.

"Mari kita lakukan koordinasi untuk mendorong terwujudnya sistem bongkar muat dan fasilitas dalam rangka antisipasi kesiapan ekspor impor pelabuhan Belinyu dalam meningkatkan perekonomian Bangka Belitung", ungkap Asban.

Ditambahkannya melalui pertemuan yang dilakukan ini menjadi ajang silaturahmi antara Perwakilan Perusahaan bongkar muat yang ada di Belinyu dengan Dinas Perhubungan Babel beserta stake holder lainnya.

Asban mengharapkan dengan adanya pertemuan ini menjadi suatu terobosan baru dalam merealisasikan pelabuhan ekspor impor yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Dengan adanya pertemuan ini akan mendorong terwujudnya pelabuhan  ekspor-impor Belinyu ", ungkap Asban.

Sementara itu Staf Khusus Gubernur Babel, Izuardi mengatakan melalui kesiapan fasilitas yang dimiliki dan kesiapan Pelabuhan Belinyu untuk melaksanakan ekspor-impor terutama komoditi dari Babel.

“Melalui rapat ini akan dibukanya Pelabuhan Belinyu untuk ekspor-impor, karena komoditi kita terutama kelapa sawit, dan hasil komoditi lainnya untuk di ekspor,” ungkap Izuardi.

Izuardi juga mengungkapkan dengan adanya pertemuan ini juga akan dibawa untuk dibahas ke Jakarta dalam pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Laut, terutama terkait dengan bongkar muat barang yang beroperasi di Pelabuhan Belinyu.

“Dengan adanya kesiapan dari seluruh stakeholder dan perusahaan bongkar muat yang ada untuk dapat saling mendukung dan dapat beroperasi dengan baik, dan Pelabuhan Belinyu dapat ditetapkan sebagai pelabuhan ekspor–impor,” ujar Izuar.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan diskusi membahas kesiapan dari operator (Pelindo II) dan perusahan bongkar muat yang beroperasional di Pelabuhan Belinyu.