Dishub Dorong Lulusan SMA/SMK di Babel Jadi Taruna Perhubungan

Pangkalpinang - Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong para lulusan SMA/SMK untuk menjadi taruna Perguruan Tinggi Perhubungan.

"Kita harapkan banyak lulusan SLTA dari Bangka Belitung yang menempuh pendidikan lanjutan di Perguruan Tinggi Perhubungan, oleh sebab itu diadakan sosialisasi Seleksi Penerimaan Calon Taruna atau Sipencatar karena kita membutuhkan SDM perhubungan yang andal," ungkap Sekretaris Dinas Perhubungan Banel, Zanuari Anizar, di Pangkalpinang, Rabu, 4 Maret 2020.

Sebagai provinsi kepulauan, kata Zanuari, Bangka Belitung sangat membutuhkan SDM handal di sektor transportasi. Hal itu dapat berdampak pada peningkatan pelayanan dan produktifitas yang akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Sebab itu para lulusan SMA/SMK dapat memanfaatkan peluang dengan mengikuti seleksi Pencatar.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, kata dia, berupaya mewujudkan SDM unggul melalui pendidikan dan pelatihan di Perguruan Tinggi Perhubungan. Apalagi sektor transportasi sangat membutuhkan kemampuan sumber daya manusia handal dan disiplin, karena menyangkut keselamatan dan keamanan manusia.

"Sosialisasi Sipencatar Kemenhub ini sekaligus membuka wawasan siswa SLTA, selain juga untuk menyaring SDM Taruna Perhubungan yang handal dan unggul," sebutnya.

Zanuari berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan. Apabila jumlah siswa yang mendaftarkan diri sebagai peserta seleksi mencukupi, ia menyarankan agar seleksi dapat dilaksanakan di Bangka Belitung.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan RI menggelar Sosialisasi Sipencatar Perguruan Tinggi Perhubungan, di Swissbel Hotel Pangkalpinang, Selasa kemarin (03/03/2020). Kegiatan diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari siswa-siswi SMA/SMK di Bangka Belitung.

Mereka menerima paparan mengenai informasi terkait sekolah kedinasan yang dinaungi Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementerian Perhubungan RI.

Wakil Direktur 2 Politeknik Penerbangan Indonesia, Bambang Wijaya, mengatakan sosialisasi dibutuhkan guna mengenalkan keberadaan Perguruan Tinggi Perhubungan sekaligus tatacara penerimaan siswa calon taruna kepada para lulusan SMA/SMK.

"Melalui sosialisasi ini kita harap semakin banyak masyarakat mengetahui keberadaan Perguruan Tinggi Perhubungan dan semakin banyak pula siswa yang mengikuti pendidikan ini," kata Bambang Wijaya dalam sambutannya.

Dunia transportasi nasional hingga saat ini, menurutnya, masih dihadapkan dengan permasalahan moda transportasi. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas maupun kemacetan, belum diimbangi dengan adanya peningkatan pelayanan yang signifikan.

Melalui Sipencatar, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub memberikan kesempatan bagi putra putri Indonesia mengikuti pendidikan menjadi taruna taruni transportasi, melalui sistem penerimaan calon taruna setiap tahun.

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) transportasi ini digelar di 27 Lembaga diklat,  22 UPT, 4 pusat pengembangan SDM, pusat pendidikan tinggi, sekolah tinggi, sekolah tehnik dan balai pendidikan. Berbagi pilihan program pendidikan, baik darat, laut dan udara dan ada 65 program studi.  

Setiap tahun pihaknya menerima penerimaan taruna baru yang dilaksanakan dengan dua pola, yakni pembibitan (ikatan dinas) dan reguler. Seleksi dilaksanakan dengan menggunakan sistem gugur. Siswa yang lulus selanjutnya dididik menjadi taruna. Program studi yang ditawarkan sebanyak 65 program studi yang dilaksanakan di 22 UPT BPSDM Perhubungan.

"Tahun ini kita (Kemenhub-red) mendapat kuota 2.600 dari KemenPAN-RB untuk penerimaan taruna taruni perhubungan, baik darat, laut maupun udara," terangnya

Dari jumlah tersebut, ia berharap kuota dapat terpenuhi semua. Sementara untuk Bangka Belitung tidak ada batasan kuota, sepanjang peserta seleksi lulus di semua tahap penerimaan. Menurutnya, antusiasme peserta dari Babel sangat bagus. Apalagi saat ini ada tiga orang taruna Perguruan Tinggi Pehubungan dari Babel.

Kepala Bagian Umum Pusat Pengembangan SDM Perhubungan, Suryadirata menjelaskan, untuk pola pembibitan (ikatan dinas), pendaftaran dibuka 1-30 April 2020. Pengumuman seleksi kompetensi dasar (SKD) dilaksanakan 20 Mei 2020, pelaksanaan SKD 8-12 Juni dan hasil SKD diumumkan 16 Juni mendatang.

Sedangkan pendaftaran pola jalur reguler dilaksanakan 17 Juni - 11 Juli 2020. Pengumuman peserta psikotes pada 17 Juli, tes akademik dan pesikotes dilaksanakan 22-27 Juli, pengumumannya 12 Agustus 2020.

Setelah itu calon taruna juga wajib mengikuti tes kesehatan, kesamaptaan dan wawancara pada 19-25 Agustus, pengumuman 4 september 2020. Diakhir September para calon taruna sudah mulai mengikuti pendidikan.

"Pendidikan ini ada yang tiga tahun untuk Diploma III dan empat tahun untuk Diploma IV," ujarnya.

Kasubbag Administrasi Akademik, Ajeng Miranti Putri menambahkan, secara umum syarat mengikuti sekolah kedinasan perhubungan ini sama seperti penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Namun syarat utamanya, siswa tidak menggunakan kacamata dan tinggi badan 155-163 cm, disesuaikan dengan program studi. Siswa juga tidak buta warna karena ada tes kesehatan.

"Dan yang terpenting mereka luluals tes seleksi kompetensi dasar (SKD) atau CAT. Setelah itu ada tes akademik, kesamaptaan dan pantokhir," ujarnya.

Setelah lulus melalui semua tes tersebut, para siswa akan menjadi calon taruna muda, dan kemudian baru mereka diberikan nomor induk pegawai (NIP), dan diangkat menjadi pegawai negeri.

"Alhamdulillah antusias siswa dari Babel mengikuti sosialisasi ini sangat bagus dan kami tidak membatasi kuota saat penerimaan nanti," ujarnya.

Sumber: 
Dinas Perhubungan
Penulis: 
Ismail Muridan
Fotografer: 
Dinas Perhubungan
Error | Dinas Perhubungan

Error

The website encountered an unexpected error. Please try again later.